Aksi Nyata Wamen Atip Pulihkan Semangat Sekolah Pasca Banjir Padang

Wamendikdasmen Atip Latipulhayat menyapa langsung para siswa SMAN 12 Kota Padang pada hari pertama semester genap, Senin (5/1). Kehadiran beliau menjadi simbol kebangkitan pendidikan di Sumatra Barat setelah bencana banjir melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Di tengah sisa pemulihan lingkungan sekolah, Wamen Atip bertindak sebagai pembina upacara untuk membakar semangat belajar para peserta didik agar tetap optimis menatap masa depan.

Banjir besar sebelumnya telah merendam area sekolah seluas 14.000 meter persegi dan merusak hampir 70 persen fasilitas belajar, termasuk ratusan unit komputer. Meskipun kondisi lapangan sangat terbatas, Wamen Atip menegaskan bahwa tantangan ini justru harus memicu kreativitas guru dan siswa dalam berinovasi. Beliau meminta agar proses belajar mengajar tetap berjalan maksimal dengan mengutamakan kualitas pendidikan meskipun dalam situasi darurat.

Setelah memimpin upacara, Wamen Atip meninjau ruang kelas yang rusak serta mengunjungi tenda darurat yang kini berfungsi sebagai ruang belajar sementara. Dalam kunjungan tersebut, beliau juga melakukan koordinasi virtual dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang tengah meninjau kondisi serupa di Aceh. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah pusat dalam menangani dampak bencana pendidikan secara cepat dan terintegrasi.

Aksi nyata Wamen Atip mengunjungi tenda darurat yang kini berfungsi sebagai ruang belajar sementara

Kemendikdasmen kini telah memetakan tingkat kerusakan sekolah untuk menentukan skala prioritas bantuan secara nasional. Wamen Atip mengonfirmasi bahwa sekitar 50 sekolah di Sumatra Barat masuk dalam daftar utama program revitalisasi tahun 2026 mendatang. Pemerintah memastikan bahwa daerah terdampak bencana mendapatkan penyesuaian kondisi pembelajaran agar beban psikologis siswa dan guru tidak semakin berat selama masa pemulihan.

Langkah nyata Wamendikdasmen Atip Latipulhayat ini membawa harapan besar bagi warga sekolah, termasuk para siswa yang harus belajar di bawah tenda. Melalui visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua”, pemerintah terus membuktikan kehadirannya dalam menjaga keberlanjutan akses pendidikan di seluruh pelosok negeri. Upaya revitalisasi ini menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan tetap menjadi prioritas utama, bahkan di tengah ujian bencana sekalipun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *