Pelatihan BBGTK Jawa Barat dan Persis Perkuat Kompetensi Guru untuk Implementasi Pembelajaran Mendalam
Pelaksanaan pelatihan pembelajaran mendalam bagi guru dan kepala sekolah di Bandung menjadi fokus kunjungan kerja Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, pada 5–6 Desember 2025. Kegiatan yang digelar Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Barat bersama Persatuan Islam ini merupakan upaya memperkuat penerapan deep learning di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Atip menegaskan, “Pembelajaran mendalam bukan kurikulum baru, melainkan pendekatan yang menuntut guru menguasai substansi secara komprehensif. Prioritas utamanya adalah what to teach sebelum how to teach,”.
Atip menjelaskan bahwa banyak permasalahan belajar muncul akibat rendahnya kemampuan siswa mengontekstualisasikan materi, terutama pada matematika dan literasi. Melalui pembelajaran bermakna, kontekstual, serta mindful dan joyful learning, ia berharap guru dapat menciptakan proses belajar yang tidak menekan, sambil terbebas dari beban administratif yang menghambat kreativitas. Pemerintah, lanjutnya, terus memperluas dukungan bagi guru, mulai dari fasilitas pembelajaran hingga beasiswa dan tunjangan bagi guru non-PNS.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BBGTK Jawa Barat, Sugito Adiwarsito, menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti 236 peserta yang terdiri dari guru PAUD, SD, hingga kepala sekolah pada berbagai jenjang. Pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang konsep pembelajaran mendalam melalui teori, diskusi, simulasi, dan praktik asesmen. Seluruh peserta juga dibekali growth mindset serta penguatan pedagogical content knowledge.
Para peserta mengapresiasi pelatihan tersebut, termasuk Alpiyani dari SDIT Persis Tarogong Garut yang menilai kegiatan ini memberi wawasan baru dan solusi atas tantangan pembelajaran di sekolah. Kepala SMA Plus Mualimin Bandung Barat, Arif Rahman Hakim, juga menegaskan bahwa materi pelatihan—mulai dari penguatan kepemimpinan hingga kolaborasi lintas jenjang—memberikan manfaat besar untuk pengembangan mutu sekolah. Mereka berharap ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing.
Bandung, 6 Desember 2025
