Era Baru Pendidikan ASEAN, RI dan SEAMEO Perkuat Sains dan Matematika

Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempertegas komitmen Indonesia dalam memajukan pendidikan di Asia Tenggara. Hal ini ditandai dengan kunjungan kerja Presiden Dewan SEAMEO, Romaizah Binti Muhammad Saleh, pada 2-5 Desember 2025 lalu. Agenda strategis ini meliputi peninjauan pusat unggulan SEAMEO di Bandung dan audiensi resmi dengan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, di Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Wamen Atip menyoroti pentingnya sinergi regional sebagai fondasi kualitas pembelajaran. Ia menegaskan bahwa pusat-pusat SEAMEO di Indonesia harus memberikan dampak nyata bagi guru dan siswa, tidak hanya di tanah air tetapi juga di kawasan ASEAN. Fokus utama kolaborasi ini mencakup percepatan inovasi di bidang Sains, Matematika, teknologi, serta peningkatan kapasitas tenaga pengajar.

Kunjungan delegasi SEAMEO juga menyasar SEAMEO QITEP in Science (SEAQIS) di Bandung. Di sini, rombongan meninjau program unggulan Southeast Asia Climate Change Education Programme (SEACEP) yang telah melahirkan 61 sekolah iklim di enam negara. SEAQIS dinilai sukses menempatkan guru sebagai agen transformasi melalui pelatihan berbasis STEM, pemanfaatan koding, hingga kecerdasan buatan (AI) yang relevan dengan tantangan zaman.

Di sisi lain, SEAMEO QITEP in Mathematics (SEAQIM) turut memamerkan pendekatan pembelajaran matematika yang menyenangkan dan bermakna. Dengan filosofi “Learning Mathematics Joyfully and Meaningfully,” SEAQIM telah melatih ribuan peserta dan menjalin ratusan kolaborasi internasional. Program inovatif seperti Math in Space bersama LAPAN dan penguatan computational thinking menjadi bukti nyata upaya membuat matematika lebih relevan dan mudah diterima siswa.

Rangkaian kunjungan ini diakhiri dengan kesepakatan untuk menyelaraskan inisiatif pusat SEAMEO dengan program prioritas Kemendikdasmen. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, inovatif, dan tangguh, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai kontributor utama dalam peningkatan literasi dan numerasi di kawasan Asia Tenggara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed