Pembelajaran Pascabencana Sumbar: Wamendikdasmen Pastikan 100% Sekolah Beroperasi

Pembelajaran pascabencana Sumbar kembali bergulir pada Senin (5/1/2026) dengan kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Atip Latipulhayat, ke SMAN 12 Padang. Beliau memastikan bahwa seluruh siswa di Sumatera Barat tetap mendapatkan akses pendidikan berkualitas meskipun sarana sekolah masih dalam tahap pemulihan pascabanjir bandang.

Dalam kunjungannya, Atip mengungkapkan data bahwa ribuan sekolah di Sumatra mengalami dampak bencana dengan kondisi yang beragam. Namun, ia memberikan apresiasi tinggi kepada pihak sekolah di Sumatra Barat yang berhasil memulai aktivitas belajar mengajar hampir 100 persen. Semangat juang para guru dan siswa ini membuktikan ketangguhan dunia pendidikan Indonesia di tengah masa sulit.

Wamendikdasmen menegaskan bahwa situasi darurat harus menjadi momentum bagi insan pendidikan untuk berpikir lebih kreatif. Beliau memotivasi para siswa agar tidak menjadikan keterbatasan fasilitas sebagai penghalang dalam mengejar cita-cita. Menurutnya, mengelola tantangan menjadi peluang adalah kunci utama meraih kesuksesan di masa depan.

Sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah, Kemendikdasmen menyalurkan berbagai bantuan mulai dari dana pembersihan sekolah, ribuan paket school kit, hingga tenda ruang kelas darurat. Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan anggaran sebesar Rp32,9 miliar untuk tunjangan khusus bagi 16.467 guru dan tenaga kependidikan yang mengalami dampak bencana di wilayah Sumatra.

Guna memberikan kelancaran proses belajar, Atip Latipulhayat mensosialisasikan SE Menteri Nomor 1 Tahun 2026 mengenai fleksibilitas kurikulum di daerah bencana. Kebijakan ini membolehkan sekolah untuk menyesuaikan materi ajar secara mandiri dengan fokus pada pemulihan psikososial dan keselamatan siswa. Dengan demikian, kualitas pendidikan tetap terjaga tanpa membebani murid dalam pembelajaran pascabencana Sumbar.