Semangat Baru Siswa Tasikmalaya: Wamendikdasmen Atip Hadirkan Ruang Kelas Nyaman

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, meresmikan hasil revitalisasi 24 satuan pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya pada Minggu (11/1). Langkah strategis ini merupakan wujud nyata kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan secara menyeluruh. Melalui perbaikan sarana dan prasarana ini, pemerintah menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, inklusif, dan mampu memicu semangat belajar peserta didik.

Dalam sambutannya, Atip Latipulhayat menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan memerlukan penataan aspek yang luas. Selain membangun fasilitas fisik yang layak, beliau juga fokus pada peningkatan kompetensi guru dan manajemen pendidikan. Atip percaya bahwa kehadiran sekolah yang representatif akan berkontribusi besar dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul, khususnya bagi masyarakat di wilayah Tasikmalaya.

Program revitalisasi tahun 2025 ini menjangkau berbagai jenjang, mulai dari 4 PAUD, 8 SD, 8 SMP, hingga 4 SMA di berbagai kecamatan. Beberapa sekolah seperti SMAN 2 Tasikmalaya dan SMP Persis Gandok kini tampil dengan wajah baru yang lebih segar. Kehadiran fasilitas modern ini menghapus kekhawatiran warga sekolah terhadap kendala fisik bangunan yang selama ini menghambat proses belajar mengajar.

Kepala SMAN 2 Tasikmalaya, Ina Reina Susanti, mengapresiasi tinggi dedikasi pemerintah di bawah arahan Wamendikdasmen Atip. Beliau menyebutkan bahwa suasana kelas yang kini jauh lebih nyaman telah meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan. Senada dengan itu, para siswa mengaku lebih fokus belajar karena tidak lagi harus menghadapi ruang kelas yang rusak atau bocor saat musim hujan tiba.

Semangat Baru Siswa Tasikmalaya, Wamen Atip resmikan revitalisasi 24 sekolah di Tasikmalaya

Atip Latipulhayat menutup rangkaian peresmian dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga fasilitas yang telah tersedia. Beliau menekankan bahwa keberlanjutan manfaat program ini bergantung pada peran aktif pendidik, siswa, dan warga sekitar dalam merawat sekolah. Dengan sinergi yang kuat, pemerintah optimis pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia dapat segera terwujud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *