Wamen Atip: Mutu Pendidikan Nasional Bukan Sekadar Urusan Administrasi

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menegaskan komitmen pemerintah dalam mentransformasi standar kualitas sekolah di Indonesia. Saat membuka Rapat Koordinasi BSKAP di Bekasi pada Kamis (18/12), beliau menekankan bahwa mutu pendidikan nasional harus menjadi muara dari seluruh proses perencanaan dan kebijakan, bukan sekadar pemenuhan dokumen administrasi formal.

Wamen Atip mengusung dua elemen vital untuk mencapai target tersebut, yakni penguatan identitas karakter khas Indonesia dan peningkatan kualitas yang berkelanjutan (improvement). Menurutnya, keberhasilan kebijakan pendidikan akan terlihat nyata melalui indikator pertumbuhan karakter serta capaian pembelajaran siswa yang meningkat secara konsisten di seluruh wilayah.

Dalam pandangannya, visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua” harus menjadi identitas kuat yang membedakan sistem pendidikan Indonesia di kancah global. Beliau berharap delapan profil karakter peserta didik tidak hanya menjadi konsep normatif, tetapi benar-benar menjadi ciri pembeda yang menunjukkan daya saing lulusan sekolah nasional.

Kepala BSKAP, Toni Toharudin, mendukung penuh arahan tersebut dengan menyiapkan grand design kebijakan mutu pendidikan nasional untuk tahun mendatang. Capaian kinerja BSKAP tahun 2025 yang positif menjadi modal kuat untuk menyelaraskan visi, strategi, dan program prioritas yang lebih inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Sebagai langkah strategis ke depan, Rakor ini juga mulai merancang pemutakhiran data Dapodik guna mempersiapkan Sensus Pendidikan 2026. Sinergi lintas unit ini bertujuan memastikan setiap regulasi pendidikan bermuara pada satu tujuan besar, yakni menciptakan sistem pendidikan yang bermutu, inklusif, dan relevan dengan tantangan zaman.

Mutu Pendidikan Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *