Wamen Atip Dorong Mutu Pendidikan Lewat Revitalisasi 25 Sekolah Sumbar

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, meresmikan hasil revitalisasi 25 satuan pendidikan di Provinsi Sumatra Barat pada Senin (5/1). Acara yang berpusat di SMK Negeri 1 Sumatra Barat, Kota Padang ini menandai komitmen kuat pemerintah dalam memeratakan kualitas layanan pendidikan. Melalui program ini, pemerintah menghadirkan ruang kelas, laboratorium, hingga fasilitas pendukung yang lebih layak dan aman bagi para siswa.

Dalam sambutannya, Wamendikdasmen Atip menegaskan bahwa perbaikan fasilitas adalah kunci kemajuan bangsa sesuai amanat konstitusi. Beliau menjelaskan bahwa Presiden meluncurkan program ini sebagai langkah cepat memperbaiki sekolah-sekolah yang sudah puluhan tahun tidak tersentuh perbaikan. Atip memandang lingkungan belajar yang kondusif akan memacu semangat peserta didik untuk meraih prestasi terbaik mereka.

Wamendikdasmen Atip juga menonjolkan efisiensi luar biasa dari skema swakelola dalam pembangunan ini. Dengan anggaran sekitar Rp16,9 triliun pada tahun sebelumnya, pemerintah berhasil merevitalisasi lebih dari 16 ribu satuan pendidikan secara nasional. Skema ini mampu menekan biaya nonteknis sehingga jangkauan pembangunan menjadi jauh lebih luas dan tepat sasaran dibandingkan metode konvensional.

Lebih lanjut, Atip menekankan bahwa revitalisasi tidak hanya menyasar bangunan fisik, tetapi juga penguatan karakter. Beliau ingin memastikan lingkungan sekolah bebas dari paham menyimpang dan fokus pada pembentukan moral generasi muda. Narasi ini mempertegas visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua” yang melibatkan keseimbangan antara fasilitas modern dan ekosistem pendidikan yang sehat.

Kepala SMKN 1 Sumatra Barat, Zulkifli, dan para siswa menyambut antusias hasil nyata program ini. Sekolah tersebut kini memiliki ruang praktik modern untuk Teknik Elektronika hingga Teknik Listrik berkat bantuan senilai Rp6,96 miliar. Transformasi ini terbukti meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan, sekaligus menyiapkan mereka untuk bersaing di dunia industri global.