Bandung – Pendidikan karakter dan ilmu pengetahuan menjadi pilar utama dalam membangun peradaban bangsa yang unggul di masa depan. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menegaskan hal ini saat melakukan kunjungan kerja di Bandung, Minggu (8/3). Beliau menyampaikan bahwa penguatan nilai agama yang berdampingan dengan sains akan melahirkan generasi yang komprehensif.
Kejayaan umat dan bangsa menuntut cara pandang yang luas terhadap sistem pendidikan saat ini. Wamen Atip mengingatkan masyarakat untuk menjaga keseimbangan antara doa dan usaha nyata dalam meraih prestasi. Menurutnya, kesuksesan lahir dari kerja keras yang konsisten serta pemahaman agama yang mendalam, bukan sekadar ritual administratif tanpa makna.
Dalam acara Silaturahmi Awardee di Aula PP PERSIS, Wamen Atip menyoroti bahwa pendidikan karakter dan ilmu pengetahuan harus menjadi fondasi SDM. Beliau mengambil contoh Tiongkok yang berhasil melakukan lompatan besar karena memiliki kesungguhan dalam belajar. Fokus pada pengembangan kualitas manusia ini terbukti mampu mengubah posisi sebuah negara di mata dunia.

Kunjungan ini juga bertepatan dengan suasana Ramadan, yang menjadi momentum tepat untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan. Kemendikdasmen mengajak seluruh elemen bangsa untuk menyadari bahwa tanggung jawab pendidikan adalah milik bersama. Kolaborasi aktif dengan masyarakat luas sangat krusial guna mempercepat peningkatan kualitas pendidikan nasional.
Melalui sosialisasi kebijakan yang adaptif, pemerintah optimistis dapat menciptakan ekosistem belajar yang berkualitas dan inklusif. Fokus pada pendidikan karakter dan ilmu pengetahuan diharapkan mampu mencetak pemimpin masa depan yang kompetitif. Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya besar Indonesia dalam memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan peradaban dunia.










