Gerak Cepat Wamendikdasmen Atip: 90% Sekolah di Aceh Kembali Aktif Pascabanjir

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, membawa kabar baik dari Banda Aceh. Dalam rapat koordinasi penanganan pascabencana pada Sabtu (10/1/2026), beliau memaparkan bahwa sektor pendidikan di Aceh menunjukkan pemulihan yang sangat signifikan. Sebanyak 90 persen satuan pendidikan yang sebelumnya terdampak banjir kini telah kembali menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM).

Wamen Atip merinci data kemajuan tersebut dengan transparan. Dari total 2.756 sekolah yang terdampak, sebanyak 2.071 sekolah sudah beroperasi kembali. Mayoritas siswa, yakni di 2.028 sekolah, bahkan sudah bisa belajar di gedung sekolah asal mereka. Sisanya, pemerintah memfasilitasi pembelajaran di tenda darurat dan ruang kelas tumpangan agar hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi tanpa jeda yang lama.

Meski demikian, Wamen Atip mengakui masih ada tantangan, terutama di Kabupaten Aceh Tamiang yang mengalami dampak terparah. Saat ini, tersisa 283 sekolah yang masih memerlukan pembersihan intensif. Namun, dengan optimisme tinggi, Wamen Atip menargetkan seluruh proses pembersihan dan perbaikan ringan ini akan tuntas paling lambat akhir Januari 2026.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Kemendikdasmen tidak hanya sekadar memantau. Pihaknya telah menyalurkan dana bantuan pembersihan mulai dari Rp5 juta hingga Rp50 juta per sekolah, mendirikan 47 ruang kelas darurat, serta membagikan lebih dari 15 ribu paket perlengkapan sekolah. Langkah ini diambil untuk memastikan guru dan siswa memiliki fasilitas yang memadai di tengah situasi darurat.

Menutup penjelasannya, Wamen Atip menekankan pentingnya pendampingan psikologis bagi warga sekolah. “Atap dan ruang kelas boleh rusak, tapi semangat belajar anak-anak Aceh tidak boleh ikut runtuh,” tegasnya. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus mendampingi Aceh hingga aktivitas pendidikan benar-benar pulih total.

Wamendikdasmen Atip Latipulhayat memberikan keterangan pers terkait pemulihan sekolah pascabanjir di Banda Aceh

Dok. DPR RI