Wamendikdasmen Atip Latipulhayat Tekankan Sinergi Pusat-Daerah ketika memimpin kegiatan Konsolidasi Daerah (Konsolda) di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sumatra Selatan pada Rabu (25/2). Pertemuan strategis ini bertujuan menyinkronkan kebijakan pusat dan daerah agar program prioritas pendidikan benar-benar menyentuh masyarakat tanpa ada tumpang tindih kewenangan. Melalui forum ini, pemerintah ingin memastikan visi Generasi Emas 2045 berjalan di atas fondasi koordinasi yang kuat.
Acara ini menghasilkan komitmen bersama yang melibatkan pemerintah provinsi serta 17 kabupaten/kota di seluruh Sumatra Selatan. Direktur SMA Kemendikdasmen, Winner Jihad Akbar, menjelaskan bahwa sinergi tersebut mencakup pengawasan ketat terhadap program strategis seperti revitalisasi gedung, digitalisasi, hingga program Makan Bergizi Gratis. Langkah penyelarasan ini penting agar standar pelayanan minimal pendidikan di tingkat daerah memiliki frekuensi yang sama dengan kebijakan nasional.
Wamen Atip memberikan catatan kritis terkait akuntabilitas anggaran revitalisasi sekolah yang secara nasional mencapai hampir Rp90 triliun. Beliau memperingatkan agar kualitas pembangunan fisik menjadi prioritas utama dan tidak hanya sekadar formalitas laporan. Atip tidak ingin lagi mendengar adanya laporan sekolah selesai dibangun namun hasilnya miring atau “doyong”, serta kondisi bangku sekolah yang rusak parah seperti peninggalan tahun 1970-an.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Selatan, Mondyaboni, menyambut hangat inisiatif kementerian yang terjun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi daerah. Baginya, bantuan pusat untuk revitalisasi sekolah sangat krusial di tengah penyesuaian anggaran daerah yang sedang berlangsung. Koordinasi ini menjadi momentum emas untuk menyatukan solusi atas berbagai tantangan pendidikan yang selama ini dihadapi oleh sekolah-sekolah di wilayah Sumatra Selatan.
Sebagai penutup, Atip berpesan agar para guru mampu menerapkan metode “Pembelajaran Mendalam” yang menarik dan bermakna bagi siswa. Beliau mengibaratkan sosok guru seperti penyanyi profesional yang mampu membawakan materi sesulit apa pun menjadi sesuatu yang menyenangkan untuk disimak. Dengan penguasaan konten yang kuat dan lingkungan sekolah yang layak, kualitas pendidikan Indonesia diharapkan dapat meningkat secara merata dan berkelanjutan.












