Wamendikdasmen Atip: Widyaprada Harus Jadi Agen Perubahan Mutu Pendidikan
Jakarta, 5 Desember 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar Widyaprada Summit 2025 sebagai langkah memperkuat penjaminan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Acara yang mengangkat tema “Widyaprada sebagai Motor Penjaminan Mutu Pendidikan Menuju Layanan Pendidikan Bermutu untuk Semua” ini menghadirkan pimpinan BBGP/BPMP dari seluruh Indonesia serta perwakilan dinas pendidikan daerah.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan perlunya transformasi peran widyaprada dari tugas administratif menuju otoritas substantif. Menurutnya, widyaprada harus menjadi penggerak peningkatan mutu melalui ilmu dan pengalaman lapangan, bukan sekadar penyusun laporan. Ia menambahkan bahwa kualitas pendampingan guru dan hasil belajar, termasuk Tes Kemampuan Akademik (TKA), memiliki kaitan langsung dengan peran widyaprada di satuan pendidikan.
Gelaran ini diawali dengan Call for Papers yang menjaring 113 karya dari berbagai provinsi. Enam karya terbaik dipilih mewakili praktik baik dalam literasi, inklusi, pendidikan karakter, model penjaminan mutu, dan pendampingan kolaboratif. Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa widyaprada memegang mandat strategis untuk mewujudkan “Pendidikan Bermutu untuk Semua” melalui pemetaan mutu, pendampingan, dan pengembangan model penjaminan mutu di daerah.
Ketua Umum Asosiasi Widyaprada Indonesia (AWI), Harris Iskandar, juga menekankan pentingnya widyaprada menjadi agen perubahan dengan pendekatan berbasis data. Ia menilai widyaprada harus mampu memberi advis strategis kepada pemerintah daerah dan sekolah dalam penyusunan kebijakan mutu pendidikan yang lebih terukur. Forum ini turut menghadirkan sesi gelar wicara serta international sharing bersama Hywell Coleman dan Jenny Lewis.
Kemendikdasmen menegaskan bahwa Widyaprada Summit 2025 menjadi momentum konsolidasi nasional untuk memperkuat peran widyaprada sebagai motor penggerak mutu pendidikan. Melalui kolaborasi dan pertukaran praktik baik, pemerintah berharap penyediaan layanan pendidikan yang inklusif, bermutu, dan berkelanjutan dapat semakin dirasakan oleh seluruh peserta didik di Indonesia.







