Wamen Atip kawal program revitalisasi sekolah di Sumatra Selatan pada 26 Februari 2026 dalam kunjungan kerjanya. Sekolah yang dikunjungi di antaranya SDN 06 Indralaya, SMP Olahraga Negeri Sriwijaya, dan SMAN 21 Palembang guna memastikan bantuan fisik serta kualitas belajar berjalan optimal. Beliau menegaskan bahwa pembenahan infrastruktur sekolah merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto demi masa depan anak bangsa.

Wamendikdasmen Atip Latipulhayat menyoroti efisiensi skema swakelola yang berhasil menjangkau 16.150 sekolah di seluruh Indonesia dalam waktu singkat. Dengan total anggaran mencapai Rp16,9 triliun, pemerintah mendorong pemanfaatan tenaga kerja lokal untuk membantu perekonomian daerah. Beliau mengingatkan jajaran pejabat agar menjaga integritas pengelolaan dana yang berasal dari pajak masyarakat dan menghindari praktik kecurangan.
Selain infrastruktur fisik, transformasi metode pembelajaran menjadi perhatian utama di SDN 06 Indralaya. Atip menyarankan agar para guru menyajikan Matematika melalui narasi kontekstual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Ia ingin pembelajaran tidak hanya terpaku pada angka, melainkan harus mendalam namun tetap memberikan keceriaan bagi peserta didik.
Inovasi serupa juga terlihat saat Wamen menyambangi SMP Olahraga Negeri Sriwijaya dalam sesi kelas Bahasa Inggris. Beliau mendorong para murid atlet untuk berani berkomunikasi tanpa perlu merasa terbebani oleh kesalahan tata bahasa atau grammar. Menurutnya, guru sebaiknya membiasakan penggunaan bahasa internasional secara penuh di kelas agar siswa semakin terampil dan percaya diri.

Menutup rangkaian kunjungan, Wamendikdasmen meresmikan hasil revitalisasi 42 satuan pendidikan di Provinsi Sumatra Selatan secara simbolis di SMAN 21 Palembang. Sekolah tersebut menerima bantuan sebesar Rp3,2 miliar untuk pembangunan ruang kelas baru dan fasilitas toilet bersih. Pemerintah berkomitmen memastikan setiap bantuan infrastruktur selalu seiring dengan peningkatan kualitas mengajar yang memanusiakan siswa.






